Dulu, saya sering bertanya kepada orang-orang di sekitar saya, kata-kata apa yang paling ingin saya dengar dari bahasa cinta ibu saya.
Saya mengharapkan tanggapan seperti, "Terima kasih, saya bersyukur," "Itu luar biasa, Anda melakukan pekerjaan yang hebat," dan "Saya ingin mendengar lebih banyak pendapat Anda."
Namun, yang mengejutkan, frasa yang paling sering mereka dengar adalah, "Tidak apa-apa, itu wajar terjadi." Mereka mengatakan bahwa mereka paling ingin mendengar kata-kata "tidak apa-apa," menjelaskan bahwa jaminan bahwa kesalahan mereka tidak apa-apa memberi mereka kenyamanan dan kekuatan yang lebih besar untuk bangkit kembali. Saya pun selalu ingin berbuat baik dan menjadi orang baik, tetapi saya membuat lebih banyak kesalahan daripada yang bisa saya tangani, sehingga saya sering meminta maaf. Pada saat-saat seperti itu, dorongan inklusif berupa "tidak apa-apa" memberi saya tekad yang kuat untuk mencoba lagi.
Sungguh indah melihat begitu banyak cinta yang meluap di antara kita saat kita mempraktikkan sembilan bahasa cinta Ibu dengan baik. Aku senang memiliki bahasa cinta Ibu.