Setiap dua minggu sekali, saya dan kolega saya berkumpul untuk rapat dengan para Direktur Sekolah Dasar dan Menengah kami. Rapat-rapat tersebut seringkali menegangkan karena kami membahas solusi untuk masalah-masalah paling mendesak di seluruh distrik sekolah.
Saya telah merencanakan untuk membagikan kampanye "Kata-Kata Cinta & Perdamaian Ibu" kepada semua kolega saya hari itu dan telah menyiapkan tas hadiah untuk masing-masing dari mereka, termasuk para Direktur.
Direktur saya khususnya memiliki masalah hukum yang menantang untuk diselesaikan dan tampak sangat stres serta menggunakan kata-kata kasar kepada kami semua dalam pertemuan tersebut, meskipun kami bukanlah penyebab stresnya.
Di akhir pertemuan, saya sempat meluangkan beberapa menit untuk membagikan situs web tentang Kata-Kata Kasih Sayang Ibu, dan semua orang tersenyum serta berterima kasih kepada saya karena telah berbagi kata-kata penyemangat. Suasana keseluruhan pertemuan berubah dan semua orang pergi dengan senyum di wajah mereka.
Sekitar satu jam setelah pertemuan, direktur saya mengirimkan email kepada kami semua, meminta maaf atas cara dia memperlakukan semua orang dan mengatakan bahwa dia akan berusaha untuk berbuat lebih baik di lain waktu.
Saya bersyukur kepada Ayah dan Ibu karena telah mengajarkan kami Tata Krama Surgawi. Rasanya seperti sebuah mukjizat bahwa hati Direktur saya yang keras menjadi cukup lembut untuk meminta maaf. Saya menantikan lebih banyak kesempatan untuk menjadi pembawa kabar baik bagi orang-orang di sekitar saya.