Putri saya, yang sedang mempersiapkan diri untuk menjadi asisten perawat, mengirimkan pesan singkat kepada saya saat istirahatnya yang berbunyi, "Jiwa saya telah meninggalkan tubuh saya."
Saya membalas dengan pesan pujian dan dukungan, mengatakan, “Ibu, Ibu melakukan pekerjaan yang hebat dengan bahasa kasih sayang~ Semuanya akan baik-baik saja~ Ibu luar biasa!!” Kemudian putri saya mengirim balasan yang mengatakan, “Ibu, Ibu adalah vitamin saya.”
Jujur saja, belakangan ini saya dan putri saya sering saling menyakiti perasaan karena hal-hal sepele. Namun, seiring saya mencoba mempraktikkan bahasa cinta seorang ibu yang menenangkan, kesenjangan itu perlahan-lahan terisi, dan suasana di rumah menjadi jauh lebih hangat.
© Dilarang untuk memperbanyak atau menyebarluaskan tanpa izin.
31