Teks ini telah diterjemahkan secara otomatis. Terjemahannya mungkin janggal atau sedikit berbeda dari teks aslinya.
Rasa Terima Kasih

Rasa syukur

Saya selalu berpikir mengucapkan "Terima kasih" dan "Saya minta maaf" bahkan untuk hal-hal kecil agak memalukan sampai saya mulai mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Saya menyadari bahwa bahkan tanpa berusaha pun saya mengucapkan kata-kata ini. Setelah peluncuran kata-kata cinta dan damai dari Bunda, kebiasaan ini semakin meningkat. Dari Gereja Tuhanlah saya belajar untuk mengatakan dan mengungkapkan perasaan kita. Bersyukur atau meminta maaf bukanlah sesuatu yang harus kita ucapkan dalam hati, ketika kita mengucapkannya dengan lantang, itu mengubah suasana hati di sekitar kita dan orang yang mendengarnya akan terdorong dan mereka pun akan berubah dari diam menjadi mengucapkannya dengan lantang. Saya memberikan ucapan terima kasih dan kemuliaan abadi kepada Bunda karena telah mengizinkan saya mempraktikkan kata-kata ini dalam kehidupan sehari-hari.

© Dilarang untuk memperbanyak atau menyebarluaskan tanpa izin.