Suami saya membuatkan secangkir kopi untuk saya setiap pagi sebelum berangkat kerja. Saya sangat tersentuh karena dia tidak pernah lupa melakukannya. Dia mulai bekerja sangat pagi dan tidak selalu punya banyak waktu untuk melakukannya.
Selama kampanye ini, saya mengucapkan terima kasih kepadanya karena telah membuatkan saya kopi setiap pagi meskipun jadwal kerjanya padat. Saya berkata kepadanya, "Terima kasih telah membuatkan saya secangkir kopi setiap pagi sebelum berangkat kerja". Dia menjawab, "Terima kasih kepada Ayah dan Ibu".
Keesokan harinya, dia menggendong putri kami yang berusia 5 bulan dan berkata kepadanya, "Ayo kita buat kopi bersama untuk ibu".
Dengan pikiran penuh rasa syukur, saya merasakan kasih Ibu benar-benar memenuhi rumah kami.