Saya tinggal di sebuah gedung apartemen di pinggiran Hanoi. Meskipun saya sudah tinggal di sini selama tiga tahun, karena perbedaan kepribadian dan fakta bahwa setiap orang berasal dari daerah yang berbeda, sulit untuk menjalin hubungan dekat dengan tetangga. Orang-orang biasanya menutup pintu setelah bekerja dan jarang berinteraksi atau berbicara satu sama lain.
Sementara itu, saya berusaha mempraktikkan bahasa kasih sayang Ibu. Saya meluangkan waktu untuk menyiapkan hadiah-hadiah kecil untuk dibagikan kepada tetangga dan menumbuhkan kebaikan. Dalam prosesnya, saya dapat melihat hati tetangga saya terbuka sedikit demi sedikit berkat bahasa kasih sayang Ibu.
Sekarang, saya juga menyebarkan kasih sayang kepada tetangga saya menggunakan bahasa kasih sayang ibu saya. 🤗🤗