Saat kebencian, kebencian, dan kesalahpahaman menumpuk, saya dan suami menjadi semakin menjauh.
Sebelum saya menyadarinya, saya mulai merasa lelah baik secara mental maupun fisik.
Kehidupan sehari-hari menjadi berat, pekerjaan tidak menyenangkan, dan hanya ada kekosongan yang tersisa di hati saya yang tidak dapat diisi.
Namun kemudian, saya menemukan kampanye ‘Bahasa Cinta Ibu’.
Awalnya terasa canggung, dan saya bertanya-tanya apakah latihan kecil ini benar-benar akan membuat perbedaan.
Tapi aku memberanikan diri untuk pergi duluan dan mengulurkan tanganku pada istriku.
Dan sungguh keajaiban terjadi.
Hubungan mereka perlahan mulai pulih ketika mereka mulai memahami satu sama lain, saling menghibur, dan saling meminta maaf dengan tulus.
Kehangatan yang belum pernah saya lihat sebelumnya meresap ke dalam, dan kami membuat janji baru untuk menghormati dan peduli satu sama lain.
Sekarang kehidupan kami sehari-hari penuh dengan kebahagiaan. Kami menghabiskan lebih banyak waktu untuk tertawa bersama, dan pekerjaan menjadi menyenangkan kembali.
Aku akan hidup dengan lebih banyak cinta untuk keluargaku yang berharga di sampingku.